(1)
merinduimu tak selalu ingin ketemu,
mencintaimu tak selalu hendak memiliki
bukan...
bukan itu
caraku merindui dan mencintai...
(2)
Kau begitu berarti bagiku,
begitu berartinya...
memesraiku ataupun mengacuhkanku
tak lagi aku peduli...
(3)
secangkir kopi didepanku menunggu kuminum diwarung pantai losari,
aroma yang keluar dari kepulan asapnya jelas tak sedang membujukku untuk terburu buru menenggaknya,
secangkir kopi diatas meja yang terus setia menunggu...
(pantai losari, 06 Agustus 2010)
(4)
CINTA ATAU KAH HASRAT KUASA?
Mencintai...
adalah hal melayani
Tapi...
Kau inginkan aku selalu menuruti
Mencintai...
adalah mengamati dan menyemangati
Tapi...
kau hadir untuk selalu mengawasi dan mewaspadai
Mencintai...
adalah hal menghormati dan menoleransi
karena setiap isi kepala tidak pernah tercetak sama
Tapi...
kau selalu mengatur alur pikiranku dan jalur-jalur prinsipku tuk selalu dalam lajur kehendakmu
Mencintai...
adalah memberi disertai kesucian nurani
Tapi...
Kehendakmu ingin aku bertindak atas logika untung rugi
Kau...
Mencintaiku...
atau kah...
Sedang menguasaiku?
Kaki Bromo, 22.07.2010, 01.31.31 WIB
Ya begitulah memang, terkadang orang-orang terdekat dengan kita, yang kita anggap sebagai orang-orang yang mencintai kita merasa sudah melakukan hal yang baik buat diri kita dengan menggunakan diri mereka sendiri sebagai tolok ukur, padahal manusia itu berbeda, apa yang dianggap baik untuk diri sendiri, belum tentu juga berlaku baik untuk orang lain. Akan tetapi memang ada hal yang berlaku universal, contohnya mencintai (kasih dan sayang). Akan tetapi mencintai sendiri menurut Imam Ghazali dibagi menjadi 4 kategori :
BalasHapus1. Cinta yang memang karena ada perasaan di dalam batin yang tergerak untuk menyayangi dan mengasihi, yang tumbuh secara alami tanpa adanya tujuan apapun.
2. Cinta yang kedua adalah cinta yang tumbuh karena adanya motif atau tujuan diniawi (semisal aku mencintainya karena dia baik hati, suka berderma dan lain sebagainya).
3. Cinta yang ketiga adalah cinta dengan motif duniawi sekaligus ukhrowi dengan menjadikan motif duniawi bukan sebagai motif utama.
4. Cinta yang keempat adalah cinta murni karena tujuan ukhrowi, mencintai seseorang kerena ingin menaladani sifat Allah "Ar-Rahman dan Ar-Rahim" tanpa adanya motif lain yang mendampingi.
Jadi Cinta atau Hasrat Kuasa?
Bisa jadi Mencintai dengan Motif Untuk Menguasai...
bolehngeblog: ada mahabbah, kategori cinta yang berkenaan hal hal fisik material dan temporal, diatasnya, marhamah yakni mengasihi sepenuh hati dan tak lekang oleh waktu, kapan pun dan dimana pun. Trims kategori cinta ala Al Ghazali
BalasHapus